Bab 26 - Perjanjian Satu Bulan

2329 Kata

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Hidup di dunia ini bukan hanya untuk bersenang-senang atau mencari kebahagiaan hakiki. Tapi untuk beribadah, melakukannya dengan ikhlas, walaupun ada salah satunya yang menyakitkan. "Lubna pamit pergi ya, Bu." Aiza memeluk ibunya. Sebenarnya ia berat harus berpisah dengan Hilya. Apalagi kondisi ibunya itu belum benar-benar pulih. Aiza ingin lebih lama lagi merawat beliau, tapi keadaan tidak memungkinkan. Tadinya Mario juga ingin tinggal lebih lama di sini, tapi pembantu di rumah selalu menelepon kalau Eliza susah makan, dan kadang mengamuk karena ingin bertemu seseorang. Mario takut kesehatan ibunya bisa terganggu. Mario pun tak lupa mengucap pamit sesopan mungkin kepada Ibu mertuanya. "Terima kasih Bu atas tumpangannya." "Kapan-kapan, kalian ha

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN