Bab 27 - Teka - Teki

2193 Kata

بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Bagi Allah, selagi umatnya terus berdoa dan berusaha, tidak ada yang tidak mungkin. Tidak sehangat dan seakrab tadi sewaktu berada dalam perjalanan pulang dari Garut ke Jalarta, atmosfer berubah dingin nan beku bak es. Sampai tiba di rumah, Aiza dan Mario tidak bicara sepatah kata pun semenjak pertengkaran kecil akibat perbedaan pendapat di rumah sakit tadi. Semuanya berubah, dan Aiza tidak suka ini. Mungkin benar, Aiza sudah membuat Mario kecewa. Tidak ingin aksi saling diam ini berlanjut, Aiza harus mau mengalah, ia tidak bisa jika harus berlama-lama berada dalam konteks canggung ini. Di perjalanan menuju kamar, Aiza meraih tangan Mario hingga lelaki itu berhenti melangkah. "Kamu marah, tuan Mario?" "Aku tidak marah, aku hanya kecewa." "Saya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN