بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Bismillah... Perasaan ini datang atas rida-Nya. Sebenarnya berat bagi Aiza untuk meninggalkan rumah. Tapi tidak bisa dimungkiri kalau ia benar-benar takut dengan keberadaan Marteen. Ia takut kejadian itu akan terulang lagi. Meninggalkan Jakarta sama saja dengan meninggalkan mertua dan suaminya. Namun jadikanlah ini sebagai ujian. Jika memang ini jalan terbaik, akan Aiza lakukan. Tadinya Mario yang akan mengantar Aiza ke Garut, tapi Aiza tidak mau merepotkan. Jarak antara Jakarta dan Garut itu lumayan jauh. Ditambah, Mario ada urusan penting di kantornya yang tidak bisa ditinggalkan. Jadi, Mario menyewa sopir untuk mengantar Aiza. Ia tidak akan membiarkan Aiza dan Hilya pulang menggunakan kendaraan umum. Mereka harus menempuh perjalanan dengan nyam

