بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ Secepat itu perempuan jatuh cinta. Mau dia pandai agama atau tidak, jika dia mampu menenangkan dan membuat bibir tersenyum, pasti perempuan itu akan langsung luluh. Karena tahu Aiza sudah pulang dari Jakarta, Indri langsung menemuinya ke rumah. Bertemu sahabat yang sudah lama tidak bersua bagaikan pertemuan paling membahagiakan dan amat berharga. Beban rindu terlepas, menyatu dengan keceriaan di wajah masing-masing. Lihatlah, sekarang mereka berpelukan erat. "Ma syaa Allah, aku pikir aku nggak akan ketemu lagi sama kamu, Lubna!" pekik Indri takjub, lalu melepas pelukannya. "Masa iya aku nggak pulang. Aku juga kangen rumah, kangen kamu, kangen semuanya." "Gimana kabarnya?" "Alhamdulillah. Kamu sendiri gimana?" "Alhamdulillah." "Oh ya, aku juga

