"Sayang, kamu kenapa sih?" tanya Hans setelah sampai di rumah. Mereka sedang membongkar barang belanjaan di dapur, berdiri di depan pantry. Sedangkan Azka, anak mereka sudah dibawa ke kamar, langsung mencoba box bayi yang baru mereka beli. Hana sontak menoleh. "Aku kenapa? memangnya aku kenapa, Mas?" Hana justru balik bertanya, pura-pura tidak tahu. "Aku perhatiin ada yang aneh denganmu sejak dari mall tadi," jawab Hans tanpa melihat Hana. Ia sibuk mengeluarkan barang belanjaan dari kantong plastik. Hana hanya diam, jantungnya berdetak kencang. "Kamu nggak mau membaginya denganku?" sambung Hans hingga membuat Hana menghentikan kegiatannya. "Hmm ... Sebenarnya tadi aku lihat orang yang mirip Mas Saka di mall. Tapi, aku nggak yakin." Raut wajah Hans berubah menjadi datar, alis matanya be

