Revan melirik sekilas ke arah Lia, senyumnya masih terjaga. "Halo, Lia," sapanya lembut. Revan memberanikan diri untuk menyapa duluan. Lia membalas dengan anggukan kecil dan senyum tipis. "Halo." Ada jeda aneh di udara, hening yang tidak nyaman, yang membuat Maya buru-buru membuka percakapan. "Lia kenalin ini Revan, anaknya teman mama. Kamu harus panggil Revan kakak ya karena usia kalian terpaut 5 tahun dan Revan ini kerja di kantor hukum sebagai pengacara." Revan mengangguk seraya menyunggingkan senyum lebar seakan bangga pada dirinya sendiri. "Revan." Revan lagi-lagi yang memulai. Ia mengulurkan tangannya, mengajak Lia berkenalan. Lia menatap tangan itu cukup lama seolah ragu namun pada akhirnya ia menjabat tangan pria itu. "Lia," ucapnya datar dan terdengar lemas. Lia memaksa tersen

