Tangan Hana gemetar sampai ponsel di genggamannya terlepas memantul ke atas sofa. "Halo, halo Bu Hana." Suara Kael terdengar menggema namun bagi Hana suara itu terasa jauh dan semakin kecil. Dadanya terasa sesak dan air memenuhi pelupuk matanya dengan cepat. "Mas Hans," suaranya pelan, tatapan matanya kosong. "Bu Hana, halo!" Ia pun tersentak ketika Kael meninggikan suaranya. Ia buru-buru meraih ponselnya. "Ha-halo ... Halo Pak Kael. Apa yang terjadi pada suami saya dan di mana suami saya di rawat?" "Hmm ... Ibu datang langsung aja ke rumah sakit kasih bunda, nanti akan saya jelaskan." "Baiklah." Setelah sambungan terputus, Hana bergegas menuju kamarnya, mengambil jaket dan tasnya. Ia berdiri di depan box bayi memandang buah hatinya. Azka tidur dengan napas teratur, wajahnya damai

