Bab 66

1075 Kata

Hana memeluk tubuh Hans dengan hati-hati, takut menyentuh bagian yang terluka, namun rasa takut kehilangannya jauh lebih besar dari apa pun yang ia rasakan. "Mas, jangan tinggalkan aku," ulanginya lagi seolah dia benar-benar takut kehilangan Hans. Sudah berapa menit, dengan posisi seperti itu namun Hans tak kunjung siuman. "Bu Hana," Suara pelan itu muncul dari belakangnya. Hana menoleh. Kael berdiri di ambang pintu. "Bu Hana, maaf ... kata suster waktunya sudah habis. Pak Hans harus dipindahkan ke ruang rawat." Hana mengusap air matanya cepat-cepat, mengangguk meski berat rasanya. Tangannya masih menggenggam jemari Hans erat, seakan jika ia melepasnya, Hans akan menghilang lagi dari hidupnya. Perawat-perawat masuk dan mulai menyiapkan brankar untuk memindahkan Hans. Hana mundur sela

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN