Setelah kerjaan selesai, rencananya Rio ingin langsung pulang namun karena hari itu Lia tidak masuk kerja, ia jadi khawatir dan memutuskan untuk ke rumah Lia dulu. Setelah keluar dari mobilnya, ia berjalan pelan ke depan pintu dengan perasaan cemas. Ting! Ting! Ia menekan bel beberapa kali sambil menghela napas, menetralisir detak jantungnya yang berdegup kencang. Ting! Ting! Beberapa saat kemudian, pintu terbuka, Lia keluar dengan pakaian santai. Wajahnya dingin, kelihatan tidak senang dengan kedatangan Rio. "Mau apa lagi ke sini?" tanya Lia ketus. Senyum di wajah Rio sontak memudar, dahinya mengernyit. "Kamu kok gitu sama aku? Kamu udah nggak—" "Seharusnya aku yang tanya sama kamu, Kak. Kamu lupa ya sama pesan yang kamu kirimkan sama aku kemarin? bukankah kamu udah nyerah? terus

