Pintu lift terbuka, memperlihatkan koridor panjang. Di ujung koridor, seorang pria bersetelan abu-abu berjalan menghampiri. Kael, sekretaris Hans yang kini menggantikan tugas-tugas penting di perusahaan untuk sementara waktu. "Bu Hana," sapanya ramah. Wajahnya tampak serius namun hangat. Hana mengangguk seraya menyunggingkan senyum tipis. "Jadi, bagaimana Pak Kael?" "Mari ikut saya, Bu. Kita langsung ke ruang kontrol keamanan." Hana mengangguk, menyelaraskan langkahnya dengan pria itu. Suara derap langkah kaki mereka bergema di sepanjang koridor yang sepi. "Ngomong-ngomong, bagaimana kondisi Pak Hans pagi ini?" tanya Kael pelan. "Saya belum sempat ketemu pagi ini tapi semalam sudah lebih baik. Dokter bilang beliau mulai menunjukkan respons positif," jawab Hana, meski hatinya masih b

