"Hans, kapan kamu sampai?" tanya William dengan wajah panik. Ia sempat melirik Eric sekilas seolah memberi kode untuk tetap diam dan berhati-hati. "Barusan." Hans mengambil duduk di sebelah Eric tanpa disuruh. "Aku datang ke sini, membawakan oleh-oleh untuk Papa dan Mama." Ia menunjukkan sebuah totebag cream yang berisi penuh oleh-oleh lalu meletakkannya ke atas meja. "Oh, kamu bawa apa, Hans?" William dengan cepat memeriksa totebag yang dibawa Hans, mencoba mengganti topik pembicaraan. "Wah, ada lapis Surabaya, mama pasti suka nih." Hans hanya diam, tak menunjukkan ekspresi sedikitpun sampai akhirnya ia berkata. "Pertanyaanku tadi kok belum dijawab, Pa?" Eric melirik Hans yang duduk di sebelahnya sekilas namun dia tidak benar menoleh kemudian mengedipkan-ngedipkan matanya gugup. Will

