"Kak!" Rio tersentak ketika Evelyn memanggil namanya dengan suara keras. "Ayo masuk, malah melamun aja." Rio menyunggingkan senyum canggung sembari mengangguk pelan. Mereka pun memasuki kantor dengan lengan yang masih bertaut, sepertinya Rio tidak menyadarinya dan jalan seperti biasa. Saat melewati meja resepsionis, keduanya memperlambat langkah dan sama-sama memandang ke arah meja resepsionis. Lia duduk dengan kepala tertunduk sampai mereka tidak bisa melihat wajah Lia. Entah apa yang terbesit di pikiran Rio, dia tiba-tiba berkata pada Evelyn. "Evelyn, nanti malam kamu sibuk nggak? rencananya aku mau ajak kamu makan ke kafe viral yang baru dibuka itu." Lia sontak mengangkat kepalanya. Rio dan Evelyn tak jauh di hadapannya kelihatan sedang mengobrol akrab dengan lengan yang masih berta

