"Aku tidak menyetujui pengunduran dirimu," kata Hans dengan tatapan dalam dan tajam mengarah tepat ke mata Hana. "Kenapa tidak? Bapak tidak punya hak untuk menahan karyawan yang ingin mengundurkan diri," balas Hana tegas dan formal seolah sedang berbicara pada atasannya bukan suaminya. "Aku sebagai atasanmu memang tidak berhak menahanmu tapi aku sebagai suamimu berhak." Kata-kata Hans menembus sampai ke ulu hatinya. Perkataan Hans benar adanya, saat ini mereka masih suami istri jadi apapun keputusan yang dia ambil masih harus dapat persetujuan dari Hans, suaminya. Hana menghela napas, berusaha menahan getaran suaranya. "Kalau Bapak ingin membahas hal pribadi, sebaiknya jangan di sini ini. Saya datang ke sini sebagai karyawan yang ingin mengundurkan diri, bukan sebagai istri yang ingin

