Hans sampai di rumah saat malam hari, ia turun dari mobil dengan tubuh letih dan langkah berat. Angin malam menyapa pelan wajahnya ketika ia menatap ke arah rumah yang tampak lebih sunyi dari biasanya. Tak ada suara, tak ada cahaya hangat yang menyambutnya, hanya kesunyian yang menggantung di udara, terasa asing, seolah ada sesuatu yang hilang dari tempat itu malam ini. Ceklek! Ia disambut kegelapan seolah tak ada kehidupan di dalam sana. Ia bergerak mencari tombol lampu. Klik! Lampu gantung kristal itu menyala terang setelah Hans menekan tombol lampu, memantulkan cahaya di dinding putih. “Hana?” panggilnya pelan. Suaranya menggema samar di ruang tamu yang hening. Tak ada jawaban, hanya suara detik jam dinding yang terdengar. Hans menatap sekeliling, keadaan ruang tamu rapi seperti

