Bab 88

1027 Kata

1 bulan kemudian "Azka~ bangun sayang~" seru Hana dengan nada ceria seraya mengangkat Azka dari box bayi, menepuk-nepuk badannya pelan. Azka, bayi itu kelihatan mengedipkan-ngedipkan matanya pelan kemudian mengedarkan pandangannya seolah sedang mengenali tempat. "Ayo kita mandi sayang, kita mau pergi," Azka malah menguap, matanya berair, kelihatan masih mengantuk. "Aduh, kasihan anak mama ... masih ngantuk ya sayang?" tutur Hana lembut seraya mengusap pelan dagu mungil Azka yang berkeringat. Hana menyunggingkan senyum kecil ketika melihat wajah Azka yang mengkerut lalu mengecup keningnya dengan lembut. Bayi itu menggeliat pelan, mengeluarkan gumaman lirih seperti protes halus karena harus terbangun terlalu pagi. Di kamar mandi, uap air hangat perlahan memenuhi ruangan. Dengan gerakan p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN