Hana dan mertuanya menunggu dengan cemas di depan ruang IGD. Laura tak berhenti mondar-mandir di depan pintu IGD dengan air mata mengalir sementara William dan Hana duduk berjarak di kursi tunggu. William sedari tadi menunduk dengan tatapan kosong seolah sedang merenungkan perbuatannya yang ceroboh sampai membuat putranya celaka. Ceklek! Beberapa saat kemudian, Dokter yang menangani Hans keluar. Laura dan Hana segera menghampiri dokter tersebut sementara William mengangkat kepalanya namun tak bergerak dari posisinya. "Dok, bagaimana keadaan anak saya?" suara Laura bergetar, matanya memerah. Dokter itu tersenyum tipis, berusaha menenangkan. "Syukurlah, kondisi pasien sudah stabil. Benturan di kepala sempat membuatnya kehilangan kesadaran, tapi syukurnya pasien bisa melewati masa kritis

