"Papa," gumam Hans pelan nyaris tak terdengar. Matanya berkaca-kaca saat menatap sosok papanya yang telah lama menghilang. William berdiri tak jauh darinya dengan tampilan lebih gagah dan sehat, sangat berbeda dengan kondisi yang dilihatnya terakhir kali. "Mas!" Sementara itu Laura langsung menghambur ke dalam pelukan suaminya setelah lama tidak bertemu, memeluknya erat seolah takut kehilangannya lagi. "Aku kangen banget sama kamu, Mas," sambung Laura dengan suara bergetar. Perasaan lega memenuhi dadanya. Ia memejamkan matanya sambil menarik napas dalam membiarkannya mengalir apa adanya. Namun William hanya diam, tak membalas pelukan Laura. Tubuhnya kaku dalam pelukan istrinya. Beberapa detik berlalu sampai Laura menyadari ada yang salah, tubuh suaminya tak bergerak sama sekali dan dia ti

