2 hari kemudian Sidang pertama kasus penembakan Hans akhirnya dimulai. Hans datang bersama Hana sebagai korban dan saksi. Pagi itu ruang sidang dipenuhi suasana tegang. Deretan kursi pengunjung hampir penuh, bisik-bisik terdengar samar saling bersahutan. Hans melangkah masuk dengan setelan jas gelap, wajahnya tenang namun sorot matanya tajam. Di sampingnya, Hana berjalan dengan raut lebih tertahan, berusaha tetap tenang meski jantungnya berdegup tak beraturan. Tak lama kemudian, terdakwa dibawa masuk, Saka. Pria itu melangkah masuk dengan tangan terborgol, wajahnya keras, sorot matanya tajam. Begitu pandangannya menangkap sosok Hans, sorot matanya langsung berubah gelap seolah kebencian masih bersarang di dadanya. "Kamu pasti senang sekarang, Hans Dirgantara," gumam Saka sinis, suarany

