Seharian ini Aiden sibuk berada di kantor hingga larut malam. Pekerjaannya sangat menumpuk hingga membuatnya terlena bahkan pulang dengan keadaan perut kosong. Ketika sampai di rumah, ia langsung menanyakan tentang Dea karena tadi pagi Aiden tak melihat istrinya. Jawaban yang diberikan Asih pun tetap sama seperti kemarin malam, wanita itu mengurung diri di dalam kamar bahkan belum makan malam. “Bagaimana bisa dia berdiam diri dalam kamar seperti itu,” kesal Aiden dengan langkah cepat menuju kamar Dea. Ia langsung mengetuk pintu, tok... tok... tok... “De, keluar!” teriaknya tapi tak ada sahutan apapun dari orang yang dipanggil. Asih berdiri di belakang lelaki itu dengan gelisah. “Apa kamu membawa kunci duplikat kamar ini?” “Bawa Tuan.” Asih langsung menyerahkan benda yang dimaksud majik

