“Tidak perlu. Biarkan saja,” tolak Aiden. Ia berniat untuk menunggu jawabannya sendiri. Mereka sudah sepakat untuk tidak menganggu privasi masing-masing. Jika dia menyuruh Lastro untuk mencari tau lebih dalam tentang kado tersebut, itu sama saja dia telah melanggar aturan yang telah dibuatnya. Mengingat kondisi Dea yang menggebu-gebu membuat Aiden enggan berseteru dengan wanita itu, baginya itu sangat melelahkan. “Baik Pak. Sudah sampai, apa perlu saya ikut ke dalam?” tanya Lastro. “Tidak, biar aku sendiri.” Aiden langsung keluar dari mobil dengan membawa kado yang akan diberikan kepada koleganya. Di sana Aiden disambut dengan sangat baik oleh Candra, pemilik Gemilang Company. Sampai di tengah percakapan, “Saya dengar perusahaan Anda sedang mengalami masa krisis,” ucap lelaki itu hati-

