"Tapi kenapa Dea?" tanya Aiden kebingungan. Rasanya sangat aneh mendengar pengakuan sahabatnya itu. ditambah Devano adalah teman yang tidak bisa diremehkan olehnya. Bahkan Aiden sendiri memilih untuk menimalisir perseteruan dengan lelaki itu. Bukan takut, tapi berseteru dengan Devano akan menjadi hal yang menyebalkan dalam hidupnya jika itu terjadi. Dia adalah sosok yang sangat diperhitungkan dalam setiap langkah yang diambil Aiden. Devano menundukkan kepalanya. Ia nampak menereawang dan memutar balikkan waktu ketika berinteraksi dengan Dea tanpa sepengetahuan Aiden. "Aku tidak tau Den. Sekali liat Dea Aku langsung berdebar-debar, terutama sorot matanya." "Ada apa dengan sorot matanya?" tanya Aiden penasaran. "Ketulusan, kesedihan, ahhh...! Aku tidak tau, tapi Aku suka sama sorot matan

