57

1130 Kata

"Aku milih Dea Pa," jawab Aiden sedikit tercekat. Hatinya terasa sangat berat, namun dia tidak bisa melawan. "Kalau begitu, Putuskan Wendy sekarang juga," perintah papanya. Mata Aiden melebar mendengarnya, ‘Tidak mau! Aku tidak mau putus dengan Wendy!’ protes Aiden dalam hati. Ia tak sanggup mengatakan kata putus pada kekasihnya, "T-tapi Pa." Ia tergagap menanggapi ucapan papanya. Dirinya belum siap mengakhiri hubungan yang sudah lama terjalin. "Papa beri waktu sampai besok buat kamu putusin Wendy. Atau jabatan kamu saya lepas dari JagadRaya Corporation!" ancam papanya. Aiden ingin marah. Namun, dia tidak bisa berbuat apa-apa. Papanya memang belum resmi memberikan perusahaan itu kepadanya. Dia hanya bertugas mengolah bisnis yang sudah dibangun orang tuanya. Sangat disayangkan jika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN