43

1135 Kata

Dalam ruangan yang cukup terang, Dea duduk dengan nyaman di sofa tua. Meskipun nampak usang, tapi tempat duduk itu sangat empuk dan menompang tubuhnya dengan baik. Ia menatap sekeliling ruang tanpa berkedip. Tidak ada yang istimewa, hanya ada beberapa dekorasi tua di sana. Sayup-sayup terdengar suara lenguhan seseorang. Dea memutar kepalanya melihat sumber suara tersebut dengan senyum merekah di wajahnnya. “Eh...” Hando nampakterkejut dengan pemandangan di depannya. “Sejak kapan kamu ada di sini?” tanya lelaki itu kepada putrinya. Sebelum menjawab, Dea mendekatkan tubuhnya ke arah lelaki paruh baya tersebut. “Mungkin 30 menit.” “Astaga kenapa kamu tidak membangunkan ayah, Dear?” Hando meletakkan tangannya di dahi seakan tak menyangka dengan jawaban putrinya. “Aku tidak ingin mengganggu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN