Mata Aiden melebar dengan tubuh yang membeku karena kaget adanya sentuhan fisik dari orang lain. Ia langsung memutar badan untuk melihat orang yang tiba-tiba memeluk tanpa ada persiapan. Lantas setelah tau siapa yang memeluknya, lelaki itu hanya menghela napasnya sejenak. Seorang dengan cengir kuda dan mata berbinar menyapanya. “Hai Baby!” Suara yang merdu dan menenangkan Hati membuat tangan Aiden tergerak untuk menggenggam lengan Wendy. “Hai Sayang. Kenapa tidak bilang kalau akan berkunjung ke kantorku?” tanya Aiden yang sedikit resah. “Aku ingin memberikan kejutan untukmu. Apa kamu senang?” Mata polos penuh ketulusan itu membuat hati Aiden lemas. “Tentu saja aku senang. Tapi... aku masih memiliki pekerjaan dan sekarang sedang menunggu investor baru perusahaan kami. Jadi maukah kamu m

