“Apakah Tuan Aiden sudah rindu karena berpisah dengan Madam?” goda salah satu petinggi yang duduk di samping Aiden. Pertanyaan tersebut membuat kedua netra Aiden mengerjap beberapa kali. “Itu tidak mungkin.” “Ahaha... Tidak perlu berbohong Pak. Kami tau bagaimana rasanya menjadi pengantin baru. Setiap detik setiap menit ingin menempel dengan istri,” goda lelaki itu lagi. Semua orang tergelak mendengar godaan itu. “Tentu saja, menantuku sangat cantik. Dia pasti tak bisa melepaskan padangan darinya,” sahut Kusuma yang kemudian diikuti tawa semua orang. Ucapan staffnya memang tidak salah, jika itu pernikahan orang normal. Sayangnya Dea dan Aiden hanya melakukan pernikahan kontrak tak ada chemistry sedikitpun diantara mereka berdua. Kusuma dan Rita tersenyum melihat putra mereka yang salah

