Di ambang pintu terdapat Aiden dan elvaro yang terbelalak mendapati pemandangan panas di depan mereka. Mata Aiden memerah, alisnya berkerut kuat. Ia menatap bengis ke arah Dea. Kaki lelaki itu melangkah dengan cepat menuju kedua perempuan tersebut. “Apa-apaan kamu Dea!?” teriak Aiden tanpa sadar tanggannya mendorong tubuh Dea. Dea yang lebih lemah dari Aiden langsung terduduk di atas sofa. Perbedaan kekuatan dan sebelumnya tidak berjaga-jaga membuatnya terperangah. Ia tak menyangka Aiden berani menyentuh tubuhnya bahkan terkesan melakukan kekerasan. Alis wanita itu lantas berkerut menunjukkan seberapa tinggi emosi dalam dirinya. Nadinya yang sebelumnya memanas kini semakin mendidih. Bella yang ada di sampingnya pun terbelalak melihat adegan tersebut. Sekretaris itu mencoba membantu Dea.

