Dalam kegelapan malam yang kelam, Aiden merasakan rahangnya mengeras ketika dia harus melepaskan sabuk dan kemejanya. Dengan perasaan cemas dan tegang, ia melemparkan pakaian itu ke arah Gito, yang dengan tenangnya mendekatinya, memegang dasi di tangannya. Dengan cekatan, Gito mengikat kedua tangan Aiden dengan dasi, membuatnya tidak bisa bergerak. Aiden merasa putus asa saat dia mendapati dirinya duduk di lantai yang sangat berdebu. Langit yang gelap menjadi saksi bisu atas kejadian mengerikan ini. Gito mendekatinya mengikat kencang kedua tangannya dengan dasi. Lalu mendudukkan Aiden dilantai yang sangat berdebu, langit gelap akan menjadi saksi atas kejadian malam ini. Gito mengambil sabuk Aiden, mendekati Aiden. Telinga Aiden gemetar mendengar suara besi dari seretan sabuk Gito yang

