Berbeda dengan respons orang lain, Dea justru menatap datar wanita yang menghampiri mereka. Wanita itu adalah Wendy. Aiden membeku sedangkan Kusuma melirik istrinya berekspresi kaku. “Malam,” sahut Rita memecah keheningan. Ia melirik putra dan suaminya bergantian. “Apa kabar Tante?” tanya Wendy sembari memeluk tubuh Rita. Badan Aiden terasa dingin melihat pemandangan di depannya, ditambah Rita mengerutkan alis tak suka ada orang yang memeluknya tanpa izin. Buru-buru lelaki itu menarik tubuh Wendy. “Apa ada sesuatu yang penting?” ucap Aiden tak lupa memberikan senyuman tipis pada kekasihnya. “Tidak. Aku hanya ingin menyapa karena melihat kalian ketika akan masuk ke restaurant.” Wendy langsung menggandeng lengan Aiden. “Oh begitu,” sahut Aiden kikuk. Ia perlahan melepas gandengan tangan

