Sambungan telepon itu tak kunjung mendapat jawaban. Bahkan Dea harus menelpon Mr.Bad dua kali. Pada saat percobaan ketiga, suara lelaki menyebalkan itu terdengar. Dea menghela napas karena merasa lega. “Hai Sweetie, ada apa?” tanya Bad dengan nada lembut. Pertanyaan itu menggelitik gendang telinga Dea. Rasanya sangat menjijikan mendengar suara manis itu. “apa kamu tau tentang kelompok teratai?” tanya Dea. Dia langsung to the point. “Tau. Kenapa?” “Apa kamu anggota dari mereka?” “Tentu saja... bukan Honey.” Lelaki itu menggantungkan jawaban membuat Dea kesal. “Apa ada sesuatu dengan kelompok itu? Apa mereka mengganggumu?” lanjut Bad penasaran. Dea langsung memutar bola matanya, “bukankah kamu berkata jika sedang menjaga keamananku? Kenapa tidak tau hal itu?!” ucap wanita itu. “Maaf.

