Lelaki itu menerka-nerka apa yang terjadi pada istrinya. Rasanya sangat aneh melihat keramahan Dea. Ia sudah terbiasa melihatnya yang murung, berantakan, dan lemas. ‘Hari ini dia lebih aneh dari biasanya,’ batin aiden. Ia mencoba mengalihkan pandangan, tapi tak bisa. Karena Dea seperti magnet yang menarik apapun untuk berada di dekatnya. Bahkan Para pelayan bolak balik memberikan cemilan kecil pada wanita itu. Tentu saja mereka bersikap sangat ceria ketika melayani Dea. “Tuan, jam sudah menunjukkan pukul 07.30. Bukankah Anda harus berangkat ke kantor?” ucap Asih. Ia mendapatkan pesan dari Lastro kalau majikan mereka harus berangkat. “Tidak. Aku akan berangkat sekarang,” jawab Aiden dengan mata yang masih fokus pada istrinya. Pandangannya sulit di alihkan hingga Asih memanggilnya lagi.

