Suasana menjadi menegangkan karena Toni melajukan mobil dengan kecepatan tinggi. Tatapan mata tajam seakan membelah jalanan kota yang ramai dengan kendaraan bermotor. Dea yang berada di kursi penumpang hanya bisa diam meskipun kepalanya dipenuhi dengan tanda tanya. “Sebenarnya kenapa dia terlihat tegang seperti itu?” benak Dea mempertanyakan kondisi supirnya. Namun ia tak menyuarakan pertanyaan itu karena takut mengganggu konsentrasi pengemudi mobil. Sedangkan Toni membelokkan setir ke kanan dan ke kiri berkali-kali. Saat Dea melihat ke spion, ia menyadari jika mobilnya tengah di kejar oleh dua kendaraan beroda dua. Kedua pengemudi itu memakai setelan hitam dan jaket kulit. Kegarangan nampak dari aura mereka. Menyadari hal itu, Dea hanya bisa menghela napasnya sejenak dan merilekskan tub

