37

1074 Kata

Aiden melihatnya penuh arti, Dea yang baru saja keluar dari kamar pun terkejut karena baru kali ini ia melihat lelaki itu mengeluarkan ekspresi unik. Selama bersama dengan Aiden, kalau dipikir-pikir mereka memang minim interaksi. Dari puluhan jam di kediaman megah dan modern ini, Dea kebanyakan berinteraksi dengan Toni. Karena di rundung perasaan bingung, wanita itu memilih untuk meninggalkan Aiden dan lelaki itu masih terpaku melihatnya. “Sebenarnya dia kenapa?” gumamnya penasaran saat berada di dalam lift, bahkan sampai pintu lift tertutup suaminya masih membeku menatapnya dengan aneh. “Kenapa dia menjadi aneh seperti itu?” Dea menggelengkan kepalanya beberapa kali guna menghilangkan asumsi aneh tentang Aiden. Ketika pintu lift terbuka ia segera menuju meja makan. “Lebih baik aku fok

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN