Saat Chana pulang ke rumah mereka, dia menolak melepaskan diri dari sang ayah. Aqlam mengikuti dari belakang. "Papa." Panggil Chana pelan. "Ya?" "Chana tidak mau tidur di atas, Chana tidak mau tidur di atas lagi," ujar Chana sambil menggelengkan kepalanya berulang - ulang. "Baik Chana tidur di kamar Papa dan Mama saja," ujar Ben menangkan sang anak. Chana mengangguk. Ben membawa sang anak ke dalam kamar mereka. Ada Popy yang juga mengikuti. Dia tidak tidur lagi dari semalam sejak insiden itu. Saat masuk ke kamar, Ben meletakan Chana di atas kasur empuk. "Tidur sayang. Mama Poko di sini," ujar Popy. Chana mengangguk, dia hendak menutup mata, namun saat melirik ke pintu kamar, ada Aqlam. "Aqlam ...." Suara lirih Chana terdengar ke arah Aqlam. Saat melihat wajah Aqlam, tiba - tiba

