Pagi menjelang. Chana membuka mata. "Um ...." suara seraknya ketika baru bangun tidur. Tadi malam dia tidur jam satu malam karena kelakuan Aqlam pada bibirnya. "Sudah bangun?" "Uhm? Aqlam ...." Chana melihat Aqlam sebelah tempat tidur sambil menongka dagu. "Jam berapa?" tanya Chana. "Masih pagi, jam sembilan," jawab Aqlam. "Apa?!" Chana melotot. Aqlam tertawa geli. Chana cepat - cepat bangun dari tidur lalu berlari ke kamar mandi untuk membersihkan wajah. Di dalam kamar mandi, sudah ada kursi khusu untuknya duduk. Pertama - tama dia ke kamar mandi untuk buang air kecil. Dengan lincah kakinya membuka dan mengunci pintu kamar mandi lalu membuka dalaman dan duduk di dudukan closet. Aqlam berpikir bahwa pintu wc harus ada perubahan. Apalagi jika nanti mereka menikah. Agar jangan

