Malam yang penuh damai di vila. Aqlam sedang mengambilkan makanan untuk dirinya dan Chana. Sepasang kekasih itu makan sepiring bersama. Sedangkan Naufal, teman tiga belas tahun itu memonyongkan bibirnya dan membuat raut wajah seolah - olah dia ditindas dan diabaikan. "Aku anak yang terbuang," ujar Naufal. Chana menengok ke arah sang adik. Mulai. Drama dari sang adik telah dimulai. "Terbuang kenapa?" tanya Chana. "Aku anak teraniaya," ujar Naufal. "Oh, diabaikan. Aku anak yang diabaikan." Chana dan Aqlam hanya bisa menarik dan menghembuskan napas. "Aku dilupakan. Lihat ini, tidak ada yang mengambilkan aku makanan, sedangkan kak Chana, ah! Kakak ipar selalu mengambilkan kak Chana makanan, selalu mengupasi udang, kepiting, selalu menyuapi kak Chana makan, minum, ah!" "Pilih kasih.

