BAB 31

1090 Kata

Chat Mas Fauzi bak sebilah belati yang menikam hati. Sejenak aku terpengaruh, membuat jiwa ini keruh. Setitik pembenaran menghadirkan penyesalan. Apa aku menyesal telah menikah dengan Mas Kisam? Astaghfirullahaladzim. Ya Allah, ampuni hamba. Maaf karena hati ini begitu lemah dan mudah goyah. Maaf karena hamba begitu lancang mempertanyakan takdir yang sudah Engkau rancang. Astaghfirullahaladzim. Astaghfirullahaladzim. Astaghfirullahaladzim. Perhatianku beralih pada pintu yang didorong. Mas Kisam muncul dengan seluas senyum. Aku tahu dia lelah, tampak dari sorot matanya yang sendu dan lemah. “Mas.” Mas Kisam menggenggam kedua tanganku. “Maaf.” “Semuanya sudah takdir, Mas. Citra ikhlas. Semua ini kecelakaan, cobaan, bukan Mas Kisam yang merenggut nyawa Ibu sama Bapak. Juga bukan

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN