Clara! Jantungku tersentak, seolah ingin melompat keluar. “Tetap di sini!” Suara Mas Kisam masih menggema di dalam mobil, tetapi orangnya sudah melesat keluar secepat agin. Aku tertegun sendirian. Kebingungan. Ya Allah apa yang sebenarnya terjadi? Adegan selanjutnya bermunculan orang berseragam hitam. Beberapa aku kenal sebagai anak buah Mas Kisam, sisanya nggak kenal. Mimik wajah mereka semuanya menunjukkan ketegangan. Firasatku kuat mengatakan telah terjadi sesuatu di sini. Berkali-kali aku menyebut nama-Nya. Memohon pelindungan atas suamiku, Clara, Ibu, Bapak, dan semua orang. Aku tidak tahu apa yang terjadi, tetapi yakin sesuatu telah terjadi. Allah! Jantungku terlonjak ketika dua orang muncul dari dalam pintu kantor, memapah seseorang berlumuran darah. Aku mengenali oran

