Haram Memiliki Anak (39) Ya Allah, tolong Citra! Air mataku luruh tak terbentung. Aku benar-benar takut. Seluruh badan seperti kaku dan mati rasa. Bayangan akan darah begitu kental. Ada empat orang yang kini mengelilingiku. Tiga orang laki-laki di depan dan satu lagi yang menekan leherku dengan pisau dari belakang. Ketiga laki-laki di depan dua di antaranya berbadan tinggi-kekar. Rambutnya ikal. Memakai setelan celana dan jaket levis robek-robek. Jari-jari mereka penuh dengan batu akik. Sementara satu lagi berambut cepak dan berbadan kate, tetapi kekar serta sangar. “Serahin barang-barang lu!” bentak yang berbadan tinggi berambut gondrong pirang. Memejamkan mata, aku menyerahkan tas. “Cincin!” serunya lagi. Cincin? Ini cincin pernikahanku dan Mas Kisam. Ya Allah, aku tidak rela

