79. Firasat Buruk

1504 Kata

"Baik-baik. Aku akan mencari tahu tentang Jimin besok pagi. Pagi-pagi sekali. Kau puas?" Elle mendengkus kesal. Bagaimanapun melihat Naira yang selalu rapuh karena pria itu membuatnya sangat sakit hati. Naira pun berusaha mati-matian menghentikan tangisnya. Janji Elle cukup untuk menenangkan hatinya. Sang Ibu yang sangat memahami kondisi mental sang anak pun memutuskan untuk menemani tidurnya di sana. Di dalam kamar yang sama. Naira memeluk ibunya bagai bantal, i mencoba mencari kenyamanan di sana. Satu bulan berlalu setelah ia memutuskan untuk berpisah dengan Jimin. Hari-hari kelam pun menjadi rentetan peristiwa yang harus ia lakoni untuk tetap bertahan hidup dengan anak yang ditinggalkan Jimin untuknya. Seorang anak laki-laki, yang akan terlahir ke dunia sebulan lagi. Ia sangat menjag

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN