Naira sesekali menatap jam dinding yang terus berdetak. Jaedan sudah terlelap di ranjangnya. Sementara sisi tempat tidur untuk Jimin masih terlihat kosong. Jam dua pagi sudah terlewat, tapi Jimin belum menampakkan batang hidungnya. Begitu juga dengan Elle. "Sebenarnya ada masalah apa?" gumam Naira sekali lagi. Langkahnya pun terayun ke balkon. Siapa tahu ia bisa menemukan mobil Jimin yang kembali dari kantor. Naira menatap area parkir di bawah sana. Mobil Elle belum nampak. Itu artinya mereka memang belum kembali. Kembali Naira mendesah lelah. Ia memainkan ponsel di tangan dengan ragu. Apa harus menghubungi suaminya, atau hanya harus menunggu mereka pulang tanpa mencari tahu dan mengganggu urusan mereka? Setelah menimbang, ia pun memutuskan untuk menghubungi sang suami. Namun, baru s

