109. Pertemuan Terakhir

1099 Kata

"Sayang, sudah. Hentikan tangisanmu, semua akan baik-baik saja. Ayahmu pasti selamat." Jimin memeluk istrinya dengan penuh kasih. Ia meninggalkan Jaedan dan Hatari di hotel karena tak mungkin membawanya ke rumah sakit. Naira mengangguk meski rasa khawatir masih bercokol dalam dirinya. Tapi demi semua kebaikan yang ditujukan Jimin, ia akan tetap menahan kesedihan dalam dirinya. Bagaimana mungkin orang yang ia kira sudah hidup bahagia, malah berakhir seperti itu. Ingatan tentang bagaimana ayahnya menyiksa ibunya kembali melintas di permukaan. Itu membuatnya sangat membenci pria itu. Namun, melihat keadaannya sekarang, sebagai seorang anak, otomatis nuraninya tercubit. Bagaimanapun ikatan darah akan selalu mempengaruhinya. Sebenci apa pun ayahnya, atau sebejat apa pun pria itu, ia tetaplah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN