91. Libatkan Naira

1639 Kata

Jimin turun dari mobil, disusul Naira dan anaknya. Sampai di sana, Jimin kembali memainkan peran sebagai bodyguard juga asisten pribadi yang melayani dan melindungi majikannya dengan sepenuh hati. Padahal pada kenyataannya, Jimin akan selalu memanfaatkan waktu untuk menikmati kemolekan majikannya. Mengungkungnya dalam desahan yang tiada henti, hingga bersimbah keringat, menggelepar dalam rasa nikmat dan frustasi yang luar biasa hebat.  Maira mendekati putrinya yang baru saja turun dari mobil sambil menggendong Jaedan yang terlelap. "Berikan dia padaku, Naira," ucap ibu itu pada putrinya. Jaedan pun berpindah tangan. "Kau ini dibilangin jangan bawa Jaedan, tapi keras kepala membawanya ke mana pun kalian pergi. Kasian banget cucuku jadi kelelahan begini." "Tapi Jaedan masih minum ASI, Bu.

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN