Jimin tampak makin rapuh dari hari ke hari. Kendati begitu, ia tetap memperlakukan Kaori dengan sangat baik. Selama dua hari dalam perawatan, kondisi Kaori pun semakin baik. Ia sudah diizinkan pulang. "Jim, apa kau sudah mengurus biaya administrasinya?" Kaori berusaha turun dari ranjang setelah perawat melepas infus dari tangannya. Jimin mengangguk lemah. "Semuanya sudah beres, sekaranga ayo kita pulang." Ia mengambil tas pakaian lalu mengajak istrinya keluar dari ruangan itu. Sampai di parkiran Kaori menatap bingung pada mobil pribadi yang dibawa suaminya. "Kau menyewa mobil?" tanyanya. Ia pun masuk, duduk di kursi sebelah supir. "Iya, dan juga rumah. Kita akan tinggal di sini dalam waktu yang lama. Setidaknya sampai anakmu lahir." "Benarkah?" Kaori berpura-pura bodoh. Jimin menga

