Jimin berderap cepat menuju kamarnya. Seseorang melihatnya dengan dahi berkerut sempurna. Mungkin dalam hati mereka bertanya kenapa Jimin berlari sekencang itu, tapi meski merasa terganggu dia memilih mengabaikannya. Dari taman hotel Jimin masuk lift menuju kamarnya. Gemericik air dari kamar mandi menyapa indranya ketika masuk ke kamar itu. Kondisi tempat tidur masih berantakan. Sepertinya petugas hotel masih belum datang untuk mengganti sheet, atau membersihkan ruangan itu. Gorden jendela pun masih tertutup rapat. Meski angin dan mentari belum masuk secara sempurna. Bunga cantik di pojok ruangan tetap tersenyum dalam mekarnya yang sempurna. Sangat cantik. Jimin mengambil koper. Memasukkan pakaian setelahnya, hingga lemari yang awalnya penuh kini hampir kosong. Kaori keluar kamar mandi

