"Wanita sialan itu menelepon istriku!" sarkas Jimin di ujung telepon. Ia tengah berbicara dengan Scart yang kini merasa kalang kabut setelah Braile berhasil melarikan diri. "Kami sudah mencoba mencarinya, cobalah tenangkan dirimu, Jim." Sejatinya Scart sudah panik dari tiga hari lalu. Braile terlalu pandai bersembunyi. Hal yang paling buruk dia bisa saja menyamar atau melakukan oplas sehingga tak ada yang mengenalinya. Jika itu terjadi maka tamatlah sudah riwayatnya. Jimin pasti akan membakarnya hidup-hidup. Jimin menghela napas. "Kau selalu saja buruk dalam hal mencari seseorang. Aku tak mau tahu, sebelum terjadi sesuatu pada keluargaku, aku ingin kau menemukannya dan menghabisinya. Itu lebih tepat daripada hanya menjadikannya pemuas nafsu." "Iya, Jim. Kali ini aku tak akan mengulangi

