82. Belajar Melupakan

1717 Kata

Meski terasa begitu berat, hari-hari tetap bergulir. Sang surya tak pernah menjeda langkahnya barang sedetik pun. Terus berderap mengitari bumi. Merubah waktu menjadi siang dan malam, silih berganti, mencoba menghapuskan luka sang manusia dengan caranya.  Naira telah mencoba berdamai dengan keadaan. Menerima dengan ikhlas tentang kematian Jimin, meski sampai sekarang ia tak pernah tahu apa yang sejatinya terjadi kala itu.  Tiga bulan telah terlewati, dengan bulir air mata yang semakin hari semakin mengering, hingga tak ada lagi sisa cairan bening itu di netranya. Naira pun kehilangan keinginan untuk menangis. Ia memilih untuk hidup dengan tenang dan nyaman dengan putranya.  Waktu akan terus berputar. Kehidupan yang telah terlewat tak akan penah kembali. Segala kejadian akan selalu menja

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN