121 Ketakutan

1095 Kata

"Naira, Naira." Jimin menepuk pipi istrinya. Napas wanita itu terengah dengan tubuh bersimbah keringat. "Naira!" Jimin memanggilnya lagi berusaha menyadarkannya dari mimpi. Naira terperanjat. "Braile!" jeritnya membuat Jimin mengerutkan dahi. "Braile, ada apa dengan Braile?" tanya Jimin bingung melihat wajah pucat sang istri. "Aku bermimpi Braile datang untuk membunuhku, Jim, aku sangat takut." Jimin menarik Naira dalam pelukannya. "Itu hanya mimpi, jangan dipikirkan. Sekarang sebaiknya kau tidur lagi." Jimin pun mengurai pelukannya. "Sebentar akan kuambilkan air." Pria itu turun dari ranjang, lalu menuang air ke dalam gelas. Naira menanggapi air itu dan meneguknya hingga tandas. "Jaedan dan Jinny, bagaimana?" "Dia sudah tidur, Sayang. Tadi aku mengeceknya ke sana. Mereka terlelap b

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN