"Jimin, jangan sekarang. Anak-anak belum tidur." Naira mendorong tubuh suaminya yang mengapitnya di balik pintu. "Biarkan saja. Mereka sudah bersama baby sitter yang disiapkan hotel, jadi biarkan saja." Jimin kembali meraup bibir istrinya hingga bergulatan bibir itu pun kembali terjadi semakin panas dan menggairahkan. Jimin menyusupkan tangan ke punggung sang istri kemudian melepaskan pengait br*a wanitanya. Naira melenguh. Jimin beralih menyesap telinganya seraya membisikkan kata-kata rayuan pamungka hingga naira makin linglung. "Ahh ...," desah wanita itu menengadahkan kepala, membiarkan Jimin menikmati lehernya. Bercak merah tercipta di sisi kiri, Jimin beralih ke sisi kanan. Sementara tangannya bergerak ke depan, meraba perut Naira, kemudian beranjak naik menyentuh ni*pel yang masi

