"Aku pulang!" teriak Jimin sambil melepas sepatunya, tapi tak ada yang menjawab ucapannya. Jimin pun melangkah masuk mencari keberadaan istrinya. "Eh, kau sudah pulang?" Suara Naira menyapa indranya. "Maaf aku terlambat menyambutmu, tadi aku sedang di kamar mandi sama anak-anak." Jimin mendekatinya, mencuri kecupan di bibir Naira. Itu kebiasaannya setiap kali akan berangkat kerja juga pulang dari kantornya. Jinny yang baru berusia tiga bulan mencondongkan badan hendak menggapai sang ayah. "Biarkan daddy ganti baju dulu, Sayang." Naira menahan tangan sang anak, tapi Jimin malah mengulurkan tangannya bersiap mengambil Jinny dari gendongan ibunya. "Sudah tak apa-apa, berikan dia padaku," ucap Jimin. Batita mungil itu pun berpindah ke tangan ayahnya. "Nam nam nam," racaunya girang. Tanga

