117 Lahir

1013 Kata

Jimin mengusap kepala istrinya. Dua perawat mendorong perut buncit Naira agar bayinya cepat keluar. Sementara sang dokter telah melakukan tindakan medis yang diperlukan di bagian inti Naira. Naira mengatur napas sesuai instruksi kemudian mengejan sekali lagi. "Bagus, Nyonya, tarik napas. Dalam hitungan ketiga lakukan lagi. Bayinya sudah kelihatan." Sang Dokter memberi semangat. "Kau bisa, Sayang, aku yakin kau bisa melakukannya. Ayo sedikit lagi demi anak kita." Jimin pun turut memberinya semangat. "Kau enak, cuma bicara. Sini kau saja yang hamil!" teriak Naira dalam usahanya meredam rasa sakit. Jimin menghela napas, mukanya memerah menahan malu. Sementara dua perawat dan dokter yang menangani Naira terkekeh pelan mendengar perkataan Naira. Kedua tangan Naira berpegangan pada kedua

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN